Rapat Kerja Tahunan, PPSM Thohir Yasin Punya Impian-Impian Besar Menyukseskan Pesantren Berbasis Digital

Rapat Kerja Tahunan, PPSM Thohir Yasin Punya Impian-Impian Besar Menyukseskan Pesantren Berbasis Digital

Senin, 26 Desember tengah berlangsung kegiatan rapat kerja tahunan PPSM Thohir Yasin. Kegiatan ini dihadiri oleh semua anggota Badan Pengurus Harian, dewan masyaikh, pengurus semua lembaga beserta semua unit dan jajarannya. Secara garis besar, agenda rapat kerja tahunan ini terdiri dari Focus Grup Discussion (FGD), rapat pleno denganpemaparan program kerja masing-masing lembaga serta masing-masing unit di tahun 2023, hingga sidang paripurna penetapan program kerja.


Pada sesi pleno, masing-masing lembaga serta unit mempresentasikan program kerja yang dilanjutkan dengan tanggapan dan diskusi dari para peserta sidang. Hal menarik dari kegiatan rapat kerja ini adalah program kerja yang di tawarkan dari masing-masing lembaga ataupun unit. Dengan tetap mengacu pada visi dan misi pesantren, program kerja yang ditawarkan tetap berada pada jalur yang sesuai dan rencana yang matang. Target digitalisasi pesantren serta menuju pesantren yang ramah anak memunculkan impian-impian baru kedepannya untuk kemajuan PPSM Thohir Yasin.


Salah satu target kedepannya, PPSM Thohir Yasin berhararap mampu melaksanakan semua kegiiatan belajar mengajar serta pengadministrasian semua kegiatan tanpa ada menghasikan sampah kertas. “Harapan kita kedepan, anak-anak ujian sudah tidak menggunakan kertas melainkan menggunakan komputer. Impian kita anak-anak kedepan memiliki kartu chip tersendiri untuk memudahkan aktifitas dipondok. Bahkan target kita terdekat anak-anak sudah tidak menggunakan kartu eduSmart saat beanja ataupun absen saat dikelas meainkan menggunakan konsep Biometric yang lebih efektif. Hal-hal yang sekiranya bisa kita terapkan dengan memanfaatkan digital, akan kita ikhtiarkan” ungkap ustadz Ahmad Patoni selaku ketua sidang rapat kerja.


Pemanfaatan digitalisasi di lingkungan PPSM Thohir Yasin hingga saat ini digaungkan dengan sangat maksimal. Mulai dari penggunaan kartu Edusmart, absensi digital, hingga pengiriman bukti transaksi spp maupun dan transaksi lainnya secara bertahap sudah tidak menggunakan kwitansi manual yang menghasilkan sampah kertas. Baru-baru ini juga PPSM Thohir Yasin mendapatkan kiriman dari Kementrian Agama RI berupa Smart Interactive Display yang langsung dimanfaatkan saat rapat kerja berlangsung. Pemanfaaatan media-media digital ini sebagai langkah nyata PPSM Thohir Yasin dalam menyukseskan impian pesantren menuju pesantren berbasis digitalis.


“Setau saya, PPSM Thohir Yasin itu erat dengan kalimat berani mengambil resiko dan tidak takut salah. Saya rasa Inovasi-inovasi kita dalam pemanfaatan digital saat ini terus kita coba. Konsep Trial & Error itu pasti ada, hingga nanti akan ada titik temu konsep terbaik yang kita dapatkan” ungkap ustadz Zulkarnaian salah satu peserta sidang sekaligus tim IT PPSM Thohir Yasin. Pernyataan ini disampaikan saat pembahasan pemanfaatn absensi digital yang belum maksimal hingga kedepan PPSM Thohir Yasin memiliki stategi lanjutan terkait penggunaan absensi digital secara efektif dan efisien. Karena tentu setiap program atau langkah baru yang dicoba tidak terlepas dari konsep Trial but Error.


Konsep untuk terus mencoba dan berani melangkah yang menghadirkan Trial but Learn (mencoba namun mengambil pelajaran) menjadi penyemangat tersendiri untuk PPSM Thohir Yasin terus berbenah. Impian-impian besar PPSM Thohir Yasin dalam semua lini kedepannya semoga bisa terealisasi dengan semangat kerjasama dan sama-sama kerja dari semua pihak.


Ria