TGM H. Mukhlis Ismail: Delapan Perkara Yang Membatalkan Dan Menghilangkan Pahala Puasa, Apa Saja?

TGM H. Mukhlis Ismail: Delapan Perkara Yang Membatalkan Dan Menghilangkan Pahala Puasa, Apa Saja?

Sudah menjadi kegiatan yang membudaya untuk menghidupkan bulan suci Ramadhan, Pondok Pesantren Salaf Modern Thohir Yasin mengadakan Pengajian Subuh untuk masyarakat di Masjid Al-Abror Thohir Yasin. Pembahasan yang disampaikan (27/3) perkara yang membatalkan puasa sekaligus bisa membatalkan pahala puasa, sehingga diwajibkan untuk melakukan qadha bagi yang melakukanya.


Adapun yang menjadi pengisi pengajian adalah TGM Haji Mukhlis Ismail, beliau menerangkan bahwa ada delapan perkara yang menjadikan puasa di dalam bulan suci Ramadhan batal sekaligus membatalkan pahala puasa bagi yang melakukannya. Artinya seseorang yang menjalankan ibadah puasa tidak hanya untuk menahan lapar dan dahaga akan tetapi ia juga harus menghindari delapan perkara yang bisa membatalkan sekaligus menghilangkan pahala puasa.


Delapan perkara yang dimaksudkan. Pertama sebab Murtad yaitu keluarnya seseorang dariĀ agama islam dan memeluk agama lain ataupun mempercayai dan menduakan Allah Swt, baik dilakukan secara niat, ucapan maupun perbuatan. Kedua sebab Nifas atau Haid. Walaupun seorang perempuan mendapatkan dirinya haid atau nifas pada akhir menjelang waktu berbuka puasa, hukum puasanya batal dan mereka wajib mengganti puasa tersebut.


Ketiga sebab Gila. Bila seorang yang sedang menjalankan ibadah puasa kemudian mendapatkan dirinya menjadi gila walaupun setengah hari diwajibkan mengqadha puasa sebab puasanya dianggap tidak sah.


Keempat, pingsan. Kondisi pingsan yang dimaksudkan disini adalah bahwa ia tidak sadar seharian penuh, sehingga puasa yang dijalankan di hukum batal dan diwajibkan untuk qadha puasa.


Kelima berhubungan badan (jimak) di siang hari. Perkara yang kelima ini selain wajib mengqadha tetapi ia juga wajib melanjutkan berpuasa sebagai hukuman, tidak mendapatkan pahala hanya mendapat lapar dan wajib membayar kafarat bagi orang yang sedang berpuasa ramadhan kemudian melakukan jimak. Ada tiga kategori kafarat di bisa dilaksanakan; Membebaskan budak perempuan, namun jika tidak mampu diwajibkan untuknya melakukan puasa berturut-turut selama 60 hari, dan jika tidak mampu juga maka diharuskan bersedekah kepada 60 fakir miskin, hukum ini wajib untuk laki-laki dan tidak bagi perempuan.


Keenam, sampainya benda dalam rongga tubuh. Artinya ada sesuatu barang yang masuk ke dalam tubuh lewat mulut ataupun lewat telinga.


Ketujuh, mengeluarkan air mani dengan sengaja. Makna sengaja disini adalah melakukan perbuatan-perbuatan yang mengandung hawa nafsu yang tidak bisa terkontrol sehingga libido dari seorang laki-laki atau perempuan memuncak yang mengakibatkan air maninya keluar sehingga membatalkan puasa. Dan terakhir adalah muntah dengan sengaja. [MD]